Skip to main content

Posts

Showing posts from 2020

Pidato Tantangan Pemuda Di Era Modern

Hallo Poro Dulur...! Assalamualikum... Salam sukses untuk kita semua, Berjumpa lagi dengan postingan saya di blog yang sederhana ini yang telah lama vacum ,tetapi allhamdulilah bisa bangkit kembali berkat kamu, iya kamu....hehehe... Oke kali ini saya mengunggah contoh pidato yang cukup yahoot dengan pilihan kata kontemporer, modern dengan kalimat kalimat pilihan yang memikat. Ini sangat cocok bagi kakak kakak semua yang kebetulan lagi mencari contoh referensi pidato untuk lomba. O iya kak, teks pidato ini pernah saya lombakan ditingkat Kabupaten lho... Dan hasilnya...... Kasih tahu nggak yaa..  Dan hasilnya... Eeee...... Eng ing eng..... JUARA 1. sungguh kak saya gak bihong. Suwer ka..! Okei jangan berlama lama langsung saja ke inti pembahasan seperti yang saya janjikan yaitu materi Pidato sesuai dengan judul diatas “TANTANGAN PEMUDA DI ERA MIDERN” . Ini dia ..... Assalamu'alaikum wr.wb. Mukodimah. Dewan Juri Yang bijak Ustadz Ustadzah yang kami Mulyakan Teman-teman senasip seperju

Rahasia Agar hidup bermakna dan berjaya

RAHASIA AGAR HIDUP BERMAKNA DAN BERJAYA Hai, Poro Dulur...! Assalamu’alaikum ... Salam Sukses untuk kita semua.                 Okey jumpa lagi pada postingan di blog yang sederhana ini, semoga Poro Dulur selalu dalam keadaan sehat wal afiat,selalu optimis dan semakin Sukses. Aamiin.                 Okey Poro Dulur, kali ini saya akan posting sebuah kisah inspiratif yang akan sangat bermanfaat sekali bagi kehidupan di Dunia yang fana ini. Yap langsung saja yuk kita mulai, eng ing eng....;                 Dikisahkan di sebuah kelas seorang Dosen sedang memberikan kuliah kuliah kepada para mahasiswanya. Sang Dosen meletakkan sebuah tabug kaca tranparan diatas meja kemudian mengisinya dengan batu-batu keci sampai penuh, kemudian sang Dosen bertanya kepada para mahasiswanya, “Sudah penuhkah tabung ini?”, serentak para Mahasiswa menjawab, “Sudah”. Masih bisakah diisi lagi?” begitu Dosen melanjutkan pertanyaannya. Para Mahasiswa menjawab, “tidak !”. Lalu sang Dosen menggambil sekantung plast